Ketanggor sesat, begitulah kata-kata yang pas disematkan atas sikap hipokrit yang ditunjukkan LDII selama ini. Betapa tidak, pembelaan yang selama ini mereka bela mati-matian terpatahkan oleh data yang kami peroleh ini. Satu lagi fakta empuk dari sekian banyak fakta yang tidak bisa dihindari kerajaan LDII (pusat di Kediri); yaitu bukti rekaman pembicaraan kami dengan para petinggi (amir-amir) kerajaan LDII di Ponpes pusatnya; Kediri.
Berikut kami sajikan rekaman pembicaraan (kami tulis ulang) yang berhasil kami himpun dari para petinggi LDII. Dapat disimpulkan LDII jelas-jelas belum berubah. Bahkan terlihat seperti ada dua kepemimpinan bertolak belakang dalam tubuh LDII; dimana mereka mempunyai cara yang berbeda-beda dalam melindungi doktrin sesat mereka.
- – - – - -
Alhamdulillah, segala puji semua hanyalah milik Allah semata sebagai pemberi petunjuk bagi hambaNya yang ingin kembali. Dia adalah Zat tempat permohonan ampun dan permintaan pertolongan. Dalam konteks kali ini, kami mengajak para pembaca sekalian menyimak pembicaraan kami dengan para petinggi LDII; dalam mengungkap ada apa dengan LDII. Diantara pembicaraan tersebut sebelumnya kami memperkenalkan orang yang telah bersuara tentang doktrin mereka sendiri.
1. USTADZ HAFILUDIEN
Beliau adalah Pakubumi/Ustadz Senior (staf pengajar tetap pondok pesantren Pusat LDII KEDIRI). Berikut ketikan teks dari rekaman pembicaraan kami dengan beliau.
Kami bertanya : Ada beberapa jamaah resah dengan penyampaian mubalig yang mana mubalig tersebut menyampaikan kepada jamaah, begini pak selama ini kita mendapatkan ijtihad dari imam tidak boleh sholat dengan orang luar, tapi dari mubalig ini memperbolehkan sholat dengan orang luar. (bagaimana menurut bapak?)
Pak Hafiludien : Ya.. tidak boleh
Kami bertanya : Tetap tidak boleh ya?
Pak hafiludien : Tetap gak boleh.. Itu keliru, kemanqulannya keliru, MANQULannya keliru.
Kami bertanya : Jadi bagaimana kemanqulan yang pas pak..?
Pak hafiludien : Tetap ga boleh
Kami bertanya : Tetap ga boleh sholat dengan orang luar ya?
Pak hafiludien : Iya tetap ga boleh, kalau sudah terjadi supaya di ulangi sholatnya.
Kami bertanya : Kalau umpama dia terlanjur sholat dengan orang luar, di ulangi lagi ya pak?
Pak hafiludien : Ya di ulangi lagi, kalau terpaksa dan tidak bisa menghindar ya niatnya di niati sholat sendiri. Bukannya kita bermakmum pada mereka. Saat nabi ditanyakan oleh sahabat Hudzaifah bin Yaman bagaimana kalau tidak menjumpai imam dan jamaah jawab nabi Fa’tazil tilkal firoqoh kullaha pisahilah semua firqoh yang ada. Yang di pisahi apa? Yang dipisahi ibadahnya mereka.
Kami bertanya : Berarti kita harus jauh dari mereka?
Pak hafiludien : Iya..! kita tidak boleh beribadah bersama mereka. Fa’tazil tilkal firoqoh kullaha pisahilah semua firqoh yang ada. Yang dipisahi maksudnya adalah ibdah bersama mereka.
Kami bertanya : Berarti kita harus menyelisi dan punya dinding dengan mereka..?
Pak hafiludien : Ya…untuk ibadahnya aja,tapi kalau urusan jual beli, pergaulan silahkan yang penting tidak terpengaruh. Jangan ibadah bersama mereka, sholat bermakmum pada mereka, itu ga boleh. Dan dalam jamaah sudah lazim, sudah sesuai kemanqulan, jangan merubah kemanqulan yang ada.
Kami bertanya : Insya Allah sudah cukup nanti kapan-kapan ada pertanyaan lagi kami akan bertanya lagi pada bapak ya?
Pak hafiludien : iya.
Demikian tanya jawab kami dengan Ustadz Hafiludien. Dari dialog dengan ustadz senior yang juga staf pengajar tetap pondok pesantren Pusat LDII KEDIRI ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
–> Sholat dan bermakmum di belakang orang yang bukan kelompoknya maka tidak sah hukum sholat tersebut.wajib mengulanginya.
–> Kalaupun terpaksa sholat berjamaah dengan orang luar maka niatnya berjamaah diganti dengan sholat sendiri.
–> Jamaahnya harus terpaku dengan ilmu manqul, walau mungkin ilmu manqul tersebut keliru; wajib diilkuti dan tidak bisa di ubah.
–> Mereka masih mengkafirkan orang diluar kelompoknya. Karena dari amalan saja orang luar tidak diterima.
2. USTADZ MUSTOFA ROYAN
Beliau juga termasuk staf pengajar tetap di Pondok Pesantren LDII Kediri.
Kami bertanya : Bagaimanakah jamaah yang sudah berbaiat kemudian dia keluar dari jamaah, apa dia harus baiat lagi..?
Ust Mustofa : Iya jelas dong harus baiat lagi. Diakan udah keluar jadi otomatis bai’at lagi.
Kami bertanya : Ada beberapa jamaah yang telah membaca buku LDII yang berjudul AFTER NEW PARADIGMA, disitu dijelaskan tentang konstelasi LDII dengan salafy dan ada yang berpandangan tidak mengapa dan kita boleh belajar di pondok pesantren salafy. bagaimana hukumnya seperti itu?
Ust mustofa : Tetap ga boleh, itu kan orang luar.
Kami bertanya : Orang kafir ya pak?
Ust mustofa : Iya, yang jelas mereka bukan orang jamaah, BUKAN ORANG IMAN, tetap ga boleh, ngajinya ngaji di kita aja…
Kami bertanya : Dan ada yang berpandangan dengan buku tersebut, karena ada penjelasan konstelasi LDII kaitan erat dengan salafy. kenapa tidak kita mengaji di salafy juga?! Dan yang menjelaskan ini sering berhubungan erat dengan pak Abdullah Mabrur (Mauludin).
Ust Mustofa : Hati-hati dengan orang itu, coba dipantau saja. Siapa nama orang itu?
Kami bertanya : Namanya Mas Rom.
Ust mustofa : Kamu dengan Bitung jauh nggak?
Kami bertanya : Agak jauh pak.
Ust mustofa : Di Bitung ada yang namanya Fery. coba dipantau dia, kayaknya dia ada link dengan pak Mauludin.
Kami bertanya : Asalnya dari mana?
Ust mustofa : Orang Kediri, dia katanya kerja di Bitung. Dia datang kesana tidak ketempat orang kita, kayaknya sudah ada kost, kata orang kita. Menurut informasi dia sudah pro dengan pak Mauludin.
Kami bertanya : Keluarganya sekarang ada dimana pak?
Ust Mustofa : Keluarganya ada disini, di pondok kediri. Maksud saya tolong dipantau dia, bagaimana kepahamannya. Jangan sampai dia nanti sepahaman dengan pak mauludin. Maka dia akan mempengaruhi jamaah.
Kami bertanya : Ada yang bertanya tentang pak Mauludin, bagaimana statusnya dia, apakah masih jamaah?
Ust Mustofa : Dia sudah bukan orang jamaah lagi..!
Kami bertanya : Berarti sudah murtad ya pak?
Ust Mustofa : Iya. Dia udah bilang. Saat saya tanyakan pada pak Mauludin, ”Sekarang posisi pak Mauludin gimana” pak Mauludin menjawab, ”Kita orang islam itu harus punya amir, tapi amir itu harus di akui oleh semua orang islam, minimal tokoh-tokoh orang islam itu mengakui keamiran kita. Hal itu kan gak mungkin terjadi. (Ust. Mustofa bertanya) Berarti kamu tidak mengakui keamiran pak Abdul Aziz? ”iya” dia bilang begitu. Dan sekarang posisi kamu bagaimana? Pak Mauludin menjawab ”saya dalam rangka uzlah”. Kemudian (Ust. Mustofa) tanya lagi, apakah kamu masih jamaah? Dia mengatakan “Iya saya masih jamaah tapi bukan jamaah LDII”. Berarti dia terang-terangan dia sudah bukan jamaah. Makanya jamaah-jamaah di nasehati dipagari agar tidak terpengaruh dengan seperti itu.
Kami bertanya : Memang beberapa waktu lalu kami mendapatkan ijtihad dari pusat untuk segera menghapus nomer hapenya pak mauludin.
Ust Mustofa : Betul… betull… betull…
Ini dalam rangka nasehati jamaah agar tidak terpengaruh. Jangan terpengaruh dengan keadaan. Kalau pengaruh dulu lewat fisik tapi sekarang pengaruhnya lewat keyakinan. Tekankan jamaah kita yang benar, walau disana itu sama ngajinya Quran hadits misalnya, juga mereka jamaah, juga punya imam. Tapi imam mereka itu Qobisun. Kita yang awal ”fu bi baiatil awwal fal awwal” tetapilah baiat yang pertama maka yang pertama. Sepintas tidak ada beda tapi yang jelas berbeda jauh, berbeda jauh…
Kami bertanya : Apakah boleh saya menyampaikan kepada jamaah bahwa pak Mauludin telah murtad?
Ust Mustofa : Iya memang harus.. Memang dia sudah tidak jamaah..
Dan statusnya pak Mauludin sudah tidak mengakui keamiran kita, dia ngaku bukan jamaah kita, dia mengatakan dia salafy.
Demikian hasil tanya jawab kami dengan Ustadz Mustofa Royan,dari beberepa poin di atas kita bisa menarik beberapa kesimpulan:
-> Bahwa LDII masih dan tetap islam Jamaah yang memiliki imam yang harus di baiat.
-> Warga LDII dilarang menimba ilmu selain dari jalur mereka.
-> LDII masih dan tetap mengkafirkan orang diluar kelompoknya.
-> Siapa saja pengikutnya,kemudian keluar dari jamaah LDII maka orang tersebut di tuduh telah murtad keluar dari keislaman.
3. USTADZ TAUFIQURROHMAN
Beliau termasuk paku bumi staf pengajar tetap di pondok pesantren LDII kediri.
Kami bertanya : bagaimana pak hukumnya orang yang berzina, sebab ada jamaah yang merasa dirinya telah melakukan pelanggaran had. (bagaimana hukumnya).
Ust Taufiq : itu di arahkan ke daerah dulu, nanti daerah akan mepertimbangkan dan menghubungi kepusat apa saja yang semestinya yang dilakukan oleh jamaah teresebut. Nanti bagaimana dia diarahkan menjalankan kafaroh.
Sebelumnya begini pak, bila ada jamaah yang melaporkan seperti ini, hendaknya jangan disuruh sumpah karna igak ada petunjuk seperti itu.
Jadi orang yang bertobat itu kita uji kesungguhan dia dari mentobati kesalahannya dan yang punya haq menguji ini adalah keimaman.baik yang ada di daerah maupun ada di pusat.
(Dan pembicaraan terputus lewat handphone).
Dari pertanyaan dan jawaban diatas bisa kita menarik kesimpulan :
-> Adanya imam yang mengendalikan pergerakan pengikutnya.
-> Dikalangan LDII diadakan pertaubatan, dan pertaubatan itu di terima atau tidak yang menentukan adalah amirnya.
-> Taubatnya seseorang sungguh-sungguh atau main-main yang menilai adalah imam, bukan Allah.
Ket: Data rekaman yang asli ada pada kami: tim Meluruskan LDII.




Okt 22, 2009 @ 08:18:51
Ya Allah, karuniakan pada kami hidayahMu
Mampukan kami untuk menggenggam erat hidayahMu
Jadikan kami termasuk orang-orang yang taat dalam jalanMu
Dan golongkan kami termasuk dalam orang-orang yang bersyukur padaMu
Nov 09, 2009 @ 04:12:06
Amiin.. aminn yaa mujibassa’iliin…
Nov 10, 2009 @ 04:06:22
Jama’ah
Dasar Menetapi Jama’ah :
Sekarang saya jelaskan, Apa yang dimaksud dengan Ahli Sunnah Wal Jama’ah Versi Qur’an Hadist (bukan versinya pendapat).
Ahli Sunnah adalah Orang yang dalam praktek ibadahnya sesuai dengan Qur’an Hadist, tidak di campuri bid’ah, qurafat, takhayul, sirik.
Adapun maksud Jama’ah secara Umum adalah Suatu perkumpulan yang ada Pimpinan/Imam dan ada yang di pimpin atau Ro’yah atau Makmum, contoh ; Jama’ah Sholat. dan Pengertian Jama’ah secara Qur’an Hadist juga demikian, sesuai dengan sabda Rosulluloh Saw.
Ma ana ‘alaihi wa Ash-haabi
Artinya : “Aku Nabi berada di Atasnya bersama-sama dengan para Sahabatku”. yang maksudnya Nabi berada diatas itu Sebagai Pemimpin dan Sahabat sebagai orang di Pimpin.
bukan seperti pemahamannya orang yang mengaku dirinya Salafi bahwa pengertian Hadist tersebut : ” yang mengikuti Sunnahku dan Sunnah Sahabatku”. Sebab tidak ada dalil satupun yang menharuskan mengikuti Sunnah Sabahat kecuali Khulafaur Rosyidin (Abubakar, Umar, Ustman, Ali) yang sudah mendapat lisenci dari Alloh dan Rosul.
Sekarang saya jelaskan secara terperinci Dalil-dalil yang mengharuskan menetapi Jama’ah :
Qs. AlImron 19
ان الدين عند الله الأسلم
Artinya:”Sesungguhnya agama yang di ridhoi Alloh adalah agama islam”
Ini adalah dasar kita memilih islam sebagai agama .
Qs. Al-Imron 102
يايها الذين امنو ااتقو االله حق تقته ولاتموتن الا وانتم نسلمون
Artinya : “Hai Orang-orang yang beriman takutlah kamu pada Alloh dan jangan mati kamu sekalian kecuali mati dalam keadaan Islam“
Qs. Al-Imron 103
واعتصمو بحبل الله جميعا ولا تفرقوا …….الايه
Artinya : “Berpegang teguhlah pada tali Alloh (Agama Islam) dengan semua (berjama’ah) dan jangan berpecah belah ….“.
maksud dari ayat tersebut adalah dalam menetapi islam kita di larang berpecah belah / harus bersatu, bersatu yang dimaksud adalah dengan cara berjamaah. ayat-ayat tersebut adalah bahasa Qur’an / Bahasa Alloh.
Sekarang kita bahas Hadist-Hadist yang memperkuat ayat tersebut :
Sabda Rosulluloh Saw.
عليكم بالجماعة واياكم والفرقة * رواه ترمذي
Artinya :”Menetapilah kalian pada Jama’ah dan Jauhilah ber firqoh-firqoh”. maksudnya Nabi memerintahkan kita dalam mentapi islam jangan sampai berpecak belah carannya dengan berjamaah.
تلزم جماعة المسلمين وامامهم * رواه البخار
Artinya :”Menetapilah kamu pada Jama’ahnya orang islam dan Imam mereka”.
Kesimpulan :
Menetapi Jama’ah adalah perintah Alloh Rosul atau sesuatu yang harus di tetapi, dan Jama’ah bukan metode seperti pemahaman orang-orang yang mengaku dirinya Salaf. sekali lagi menetapi Jama’ah itu hukumnya wajib.
Jama’ah yang dimaksud di sini bukan Jama’ah Sholat, Jama’ah Haji, Jama’ah Yassin, Jama’ah Tahlil, tetapi pengertian Jama’ah disini adalah bentuk aslinya Islam yaitu dalam mentapi Islam Harus dengan cara berJama’ah. yangmana dalam menetapi islam harus punya pengatur atau Imam. dan perlu di ingat Imam atau pengatur yang dimaksud di sini bukan Imam Sholat juga bukan pemimpin suatu negara/daerah seperti yang di maksud orang-orang yang mengaku dirinya golongan Salaf. tetapi pengatur / pemimpin disini adalah pemimpin islam yang berlandaskan hukum-hukum Qur’an Hadist sesuai dengan Dalilnya :
السلطان ظل الله في الأرض… * طب هب عن أبي بكر
Artinya : “Pengatur /Imam itu Naungannya Alloh di Bumi”. Maksudnya pengatur di sini adalah pemimpin agama (bukan pemimpin kerajaan) yang menegakkan hukum-hukum Alloh Rosul.
dalam Qs. Annisa’ 59 diterangkan :
يأيها الذين ءامنو اأطيعوا الله وأطيعو الرسول وأولى الأمر منكم ….الأية
Artinya : “Wahai orang-orang beriman Thoatlah kalian kepada Alloh dan Thoatlah kalian pada Rosul dan kepada orang yang mempunyai perkara (agama) dari kalian…”. ayat ini menerangkan orang-orang iman di suruh Thoat pada Alloh, Rosul, dan Pengatur Agama (Imam/Amir), bukan seperti pendapat orang yang mengaku dirinya Salaf yaitu memahami arti pengatur sebagai pengatur negara/kerajaan. dan diperkuat Sabda Rosulluloh tertera di dalam:
HR. Muslim Kitabul Imaroh : “Barang siapa Thoat Aku (Nabi), maka sungguh-sungguh Thoat Alloh, dan Barang siapa yang menentang Aku(Nabi), maka sungguh-sungguh menentang Alloh, dan barang siapa thoat Amir, maka sungguh thoat padaku (Nabi), dan barang siapa menentang Amir, maka sungguh-sungguh menentang padaku (Nabi).
Hasil Menetapi Jama’ah :
keterangan hasil menetapi Jama’ah di sebutkan dalam HR. Termidzi :
من أراد بحبوحة الجنة فليلزم الجما عة * رواه ترمذي
Artinya : “Barang siapa yang menghendaki pada tengah-tengah surga (masuk surga), maka tetapilah Jama’ah”.
dan Nabi bersabda HR. Termidzi :”Tangan Alloh (pertolongan Alloh) beserta orang-orang Jama’ah, barang siapa yang keluar (dari Jama’ah) maka keluarnya menuju neraka”.
pada HR. Tobroni : “Barang siapa yang beramal dengan niat karena Alloh di dalam Jama’ah lalu benar, maka Alloh menerima amalan orang itu dan jika salah maka Alloh mengampuninya, dan barang siapa yang beramal dalam fir’qoh (tidak Jama’ah) l walaupun benar, maka Alloh tidak menerima pengamalannnya, dan jika salah hendaklah orang itu bertempat di neraka”.
Feb 09, 2010 @ 11:32:07
bozz rojul..
Artinya : “Berpegang teguhlah pada tali Alloh (Agama Islam) dengan semua (berjama’ah) dan jangan berpecah belah ….“.
maksud dari ayat tersebut adalah dalam menetapi islam kita di larang berpecah belah / harus bersatu, bersatu yang dimaksud adalah dengan cara berjamaah. ayat-ayat tersebut adalah bahasa Qur’an / Bahasa Alloh.
——-dengan adanya kelompok ldii juga ikut meramaikan perfirqohan di dunia ini……firqoh ldii namanya..eh bajunya..
keterangan hasil menetapi Jama’ah di sebutkan dalam HR. Termidzi :
من أراد بحبوحة الجنة فليلزم الجما عة * رواه ترمذي
Artinya : “Barang siapa yang menghendaki pada tengah-tengah surga (masuk surga), maka tetapilah Jama’ah”.
—jamaah yang mana dan model apa yg dimaksud???
ldii , hizbulloh cilengsi atau jamaah islamiyah???
—bagaimana mau ikut ke jamaah ke ldii lah wong
imamnya aja ogut gak tau kayak apa orangnya, pengen
mah disebut imam tapi nongol takut, suruh dibitonahkan
lagi…bagaimana kalo begitu
—Surga itu punya Allah, bukan punya kelompok tertentu,
gak ada tuh Kewajiban Allah untuk memasukkan
kelompok tertentu ke Surga Nya…Berarti Allah Dosa dong
Kalo gak masukin jamaah Ldii ke Sorganya….(Allah kena
hukum Fiqh yah..he he he)
itu mah terserah Allah…masa Allah kita yang ngatur, kalo
mendoa minta dimasukin ke sorganya okey kalo begitu..
—Perkara ibadah ibadah itu ada syarat dan rukun, kalo gak
ketemu syarat mah belon bisa dikerjain dan belon kena
hukum..Sholat Lohor syaratnya masuk waktu lohor, anak
kecil belon balegh belon kena kewajiban sholat 5 waktu
karna belon ketemu syarat balegh nya itu, bukan
begitu…..
Apr 11, 2010 @ 16:35:27
Amir yang mana???
Jama’ah yang mana???
Janganlah main klaim…
Kalau memang benar keamiran kita sah, sekarang mana buktinya???
Mengemis perlindungan ke POLRI?? GOLKAR???
Duit anda saja menyedot uang dari jama’ah anda (SR),,,
Keamiran tanpa kekuasaan, ada2 saja, kalian pasti bercanda, kalian pasti gila,,,,,
Jika kalian mengaku ahli surga, FATAMANNAWULMAUTA INKUNTUM SHODIQIN…; kalau begitu mati saja sekarang, kan kalian sudah jelas masuk surga…
daripada idup bikin susah umat islam aja.
Agu 14, 2010 @ 07:28:47
La terus apa kita harus membangkang sama negara kayak yang dilakukan oleh temen2 dari salafi seperti USTADZ ABU BAKAR BA’ASYIR, AMROZI, IMAM SAMUDRA, DLL…..
Okt 09, 2010 @ 03:48:06
kamu menghina LDII!!!!!!!! kamu itu apakah sudah BENAAAAAAR!!!!,,,,,, dasar DAJJAL kamuuuuu!!!!………
Okt 23, 2010 @ 03:47:47
kalau memang ajaran mu BENAR mati saja sekarang…….,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!
Belum tentu kamu masuk SURGA !!!!!
ORANG-ORANG SALAFI…………!!!
Nov 28, 2009 @ 07:21:40
AYO BALAS TULISAN ROJUL.
Mei 25, 2010 @ 22:18:28
JAMA’AH LDII SUDAH PASTI SESAT. BUKTI SUDAH JELAS DAN NYATA. ISLAM ITU BUKAN DARI LDII YANG SE ENAK NYA MERUBA AJARAN NABI MUHAMMAD SEBENAR NYA. DI TANAH SUCI MEKAH AJA 100% BUKAN JAMA’AH LDII. KENAPA LDII BILANG YANG BUKAN JAMA’AH LDII KAFIR PASTI MASUK NERAKA. LDII ITU ISLAM SEMPALAN ALIRAN SESAT YANG DI LARANG DI INDONESIA DAN MEKAH. LDII SESAT,,,,,,,,BUKTI UDAH JELAS
Des 05, 2009 @ 20:58:27
AHLI NERAKA LO SEMUA FITNAH AGAMA ALLAH…AMIIIN
Apr 11, 2010 @ 16:27:58
Nah lo komentar2 orang2 LDII jadi bukti pengkafiran LDII kepada kita yang diluar LDII..
Mei 25, 2010 @ 22:30:39
YANG FITNAH AGAMA ITU SUDAH PASTI LDII AJARAN YANG SESAT,,,,,,JAMA’AH LDII SUDAH PASTI SESAT. BUKTI SUDAH JELAS DAN NYATA. ISLAM ITU BUKAN DARI LDII YANG SE ENAK NYA MERUBA AJARAN NABI MUHAMMAD SEBENAR NYA. DI TANAH SUCI MEKAH AJA 100% BUKAN JAMA’AH LDII. KENAPA LDII BILANG YANG BUKAN JAMA’AH LDII KAFIR PASTI MASUK NERAKA. LDII ITU ISLAM SEMPALAN ALIRAN SESAT YANG DI LARANG DI INDONESIA DAN MEKAH. LDII SESAT,,,,,,,,BUKTI UDAH JELAS
Jan 17, 2010 @ 02:32:01
assalamu’alaikum…
sebenarnya masih banyak lagi data rekaman kesesatan LDII.. yang baru-baru ini kami temukan…
hanya saja kami ingin melihat sikap hipokrit MUI atas kesesatan aqidah dan beragama yang dilakukan oleh LDII…….
Feb 09, 2010 @ 11:45:38
@Bozz DP..
postingin dong rekamannya biar kita kita bisa download.
trimakasi.
Jan 22, 2010 @ 20:58:34
assalamu’alaikum
bagus banget isinya….!
Feb 09, 2010 @ 11:07:30
kalo ngaji yang kudu di bithonahkan tentang:
1. keamiran
2. ir
3.
4.
nah yang 2 ogut lupa tuh, ntar diliat liat lagi ahh hasil ngaji ogut he he he he…bukan fitnah nih…
Feb 10, 2010 @ 05:48:12
apa tujuan anda memuat tulisan2 di atas, apakah tidak ada pekerjaan lain, LDII kan sama islamnya & sesungguhnya di luar sana ( nasrani ) berusaha untuk mengkristenkan orang islam sebanyak2nya … bagaimana pendapat anda …
Mei 25, 2010 @ 22:26:22
KENAPA LDII BILANG YANG BUKAN JAMA’AH LDII ITU KAFIR PASTI MASUK NERAKA. DI TAHAH SUCI MEKAH AJA 100% BUKAN JAMA’AH LDII BER ARTI ULAMA DAN PARA HABAIB DI TAHAH SUCI KAFIR. APA LDII GAK SESAT. COBA RENUNGKAN JAMA’AH LDII. ISLAM ITU BUKAN DARI AMIR LDII YANG ASLI ORANG KEDIRI. ISLAM YANG BENAR ITU AJARAN NABI MUHAMMAD BUKAN DARI AMIR LDII YANG SE ENAK NYA AJA NGERUBA HADIST. ITU SUDAH JELAS DAN SAYA BUKTI KAN SENDIRI.
Agu 14, 2010 @ 07:25:28
Karena kita punya keyakinan yang didasari dalil bahwa orang islam itu harus berjama’ah…..
Feb 11, 2010 @ 15:18:42
INSYA ALLAH UNTUK ANTUM YG PUNYA KISAH NYATA SEPUTAR 354 BISA JOIN DI http://WWW.WASPADA354.BLOGSSPOT.COM
SYUKRON .BAROKALLOHUFIKUM
Feb 21, 2010 @ 23:24:46
Kalo memang kesesatan ldii benar mohon dijelaskan dalil dari alquran atau alhadist
Okt 09, 2010 @ 03:58:39
LDII bukan lah ajaran yg sesat, ini adalah dalilnya:
“MAN ARODA BUHBUHATAL JANNATIL FAL HIYAL ZAMIL JAMA’AH”
Artinya: “Barang siapa yang menginginkan di tengah” nya surga maka tetapilah jama’ah”
OK! PAHAAAAAAAAM!!!
Mar 15, 2010 @ 02:00:37
saya heran ngapain orang2 non LDII ngurusi rumah tangga orang lain,memangnya apa sudah bisa ngurusi rumah tangga sendiri sudahkah ngaji,ibadah ,wudlu-sholat-berjamaah-dzikir-doa-puasa-i’tikaf-qurban-hajji,nya cocok dengan ajaran nabi,sudahkah adik-kakak-anak-istri-ayah-ibu -kakek-nenek sepupu-paman-bibi dll diurusi agar bisa/lancar menetapi ajaran agama sesuai alqur’an & alhaditsnya?.yang namanya orang sentimen 1)mencukur pahala 2) menutup hati merusak diri sendiri.fahamkah Anda?
Mar 18, 2010 @ 10:22:45
rojul aq dukung kamu,,,,, pokoke selain ldii ,,,,, tdak tau tentang mangkul,,,, dya hanya tafsir2 yang gag jelasssss
Okt 23, 2010 @ 03:59:00
AKU STUJU KARO KOWE LUL! ALUL!!!!
Apr 06, 2010 @ 05:47:02
Pertanyaan kepada LDII:
1. Menetapi Quran hadits apa harus memakai surat penebusan dosa dan
bayar ke amir, memang ada di quran hadits?
2. Emang ada di Quran hadits, bithonah kepada orang yang
bersyahadat, sholat. Apa pernah nabi dan shohabat menipu
kepada orang kafir dzimi dalam hal harta, omongan, kecuali dalam
peperangan (taktik).
3. Emang ada dlm Quran Hadits nabi dan sahabat mengkafir-kafirkan
orang yang bersyahadat?
5. Emang ada dalam Quran Hadits infaq persenan (…%), dan dijalankan
oleh nabi dan sahabat kecuali zakat..?
6. Emang ada nabi pake metode manqul, kalo gak manqul gak sah
ilmunya.
7. Emang ada dalam Quran Hadits nabi numpuk numpuk harta
seperti madigol untuk bermewah2, tipu-tipu jamaahnya agar dapet
setoran infaq persenan..
8. Emang ada dalam Quran Hadits… Orang-orang non (diluar jamaah) LDII
itu sesat dan kafir; lagi wajib masuk neraka?
Apr 11, 2010 @ 16:26:33
Kemunafikan semakin merajalela, Bismillah aku akan hijrah.
18 tahun bukan waktu yang singkat bagiku, racun-racun mengendap selama itu.
Ayahku seorang pengikut setia (LDII), aku sang pengkhianat. Namun apa salahnya berkhianat pada pendusta?
Jun 18, 2010 @ 02:34:58
tidak benar klo ada yang mengatakan sesat….bahkan mengatakan orang-orang yang menetapi AL-QUR’AN N’ ALHADIST sesat….subhanALLOH…bertaubatlah kalian,ayat ALLOH dan SUNNAH Rosul dikatakan sesat….dan bagi anda yang mengaji Al-Qur’an dan Hadist hanya untuk mencari kesalahan2,berarti anda sama dengan oRg2 NASRANI…klo klian punya solusi selain Al-Qur’an n’ hadist cb tunjukkan,kalian menyalahkan/MENGATAKAN LDII SESAT coba tunjukkan dimana kesesatannya dan bagaimana yang benar,padahal LDII sendiri merujuk dan berpedoman pada AL-QUR’AN HADIST,
apakah kalian berani mengatakan AL-QUR’AN HADIST SESAT….???
Jun 21, 2010 @ 03:17:22
hidup ini hanya sekali… setiap amal akan dipertanggungjawabkan… sudahkah kita yakin apa yg kita amalkan itu memiliki dasar yg kuat? kalau masih bingung cari dulu ilmunya… baru beramal…
Jul 16, 2010 @ 09:08:46
Bismilah,
Ana juga mantan LDII (27 tahun), tolong di Upload rekamannya, kami sangat membutuhkannya, sebab ditempat ana orang Khowarij LDII selalu memakai jurus bithonah, jadi kami kesulitan membongkarnya, Jazakallahukhoiro.
Jul 20, 2010 @ 06:14:28
Hal2 di eldehihi yang menurut gw gak punya dasar tuh :
1. Ngaji tobat. Orang punya salah, punya dosa, bukannya dibimbing, malah disuruh bayar denda. Dasarnya mana…??? Kayak orang salib aja, ada pengakuan dosa ke pendeta…
2. Ngeyel paling bener sendiri & gak mau solat di belakangnya orang luar. Ndablek.
3. Zakat 10%. Dalilnya mana…??? Yah, mau gimana lagi, wong dari cabe rawit udah didoktrin kayak gini sih : ” Kalo adek2 punya uang 1000 rupiah, yang 100 rupiah disumbangin ke masjid.” Kalo gaji gw 5 juta, zakat gw lima ratus rebu dong. Seneng banget tuh ikel nya.
Agu 18, 2010 @ 06:04:14
Bapak yang nulis artikel ini, tolong tunjukan bahwa LDII sesat, bukankah keputusan pemerintah yang terbaru bahwa LDII bukan sesat. yang mengatakan sesat mereka ngiri dan dengki dan selalu berpegang pada keputusan tahun 70-an.
Sep 04, 2010 @ 10:55:55
18 tahun bukan masa yang sebentar hidup dalam kesesatan,saya sendiri 23 tahun tapi kita wajib bersukur atas diberi hidayah yang berupa manhaj salafus sholeh yaitu manhajnya orang 2 sunah waljamaah.
Sep 30, 2010 @ 02:27:31
Kemunafikan semakin merajalela, Bismillah aku akan hijrah.
18 tahun bukan waktu yang singkat bagiku, racun-racun mengendap selama itu.
Ayahku seorang pengikut setia (LDII), aku sang pengkhianat. Namun apa salahnya berkhianat pada pendusta?
Des 08, 2010 @ 01:31:39
”Pada hari Kami memanggil tiap-tiap manusia dengan Imam mereka.” (Q.S.Al-Isra’:71)
Lafazh imam dalam ayat ini adlah nabiyyihim “nabi mereka” Rasulullah SAW dan juga kitab- kitab catatan amal mereka. Bukan imam seperti yang ditafsirkan oleh pemimpin firqah-firqah (fanatik keompok) sesat yang harus berbai’at pada pemimpinnya