LDII = Islam Jama’ahGerakan Perusak Aqidah

KH. Bambang Irawan Hafiluddin (mantan gembong & konseptor LDII) & Ust. Hartono Ahmad Jaiz bertutur tentang LDII. LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) merupakan wajah lama yang berganti nama, dari semula Islam Jamaah, Lemkari dan akhirnya menjadi LDII. Pola pergerakan mereka sistematis karena di dukung oleh sistem politik yang ada di Indonesia. Bahkan tidak sedikit PNS (Pegawai Negeri Sipil) di tingkat pemerintahan, BUMN, pengadilan dan kepolisian yang melibatkan diri dalam gerakan tersebut. Gerakan ini semula di prakarsai oleh Nur Hasan Ubaidi, yang memproklamirkan diri sebagai amir pertama dalam jamaah ini. Tokoh sentral ini mempunyai kekuasaan mutlak untuk mengontrol para anggotanya dan sekaligus mendapat baiat. Mereka menganggap muslim yang ada di luar LDII adalah kafir, dan hartanya dianggap halal untuk diambil. Semua aktivitas ibadah, seperti memahami Al-Qur’an harus mankul, yaitu taat sesuai pemahaman amir.
Silakan dengarkan MP3 pengakuan Mantan gembong LDII ini di :
Komoditas Jualan LDII kepada Khalayak Ramai

Ust. Bambang Irawan & Ust. Hartono A. Jaiz

KH. Bambang Irawan Hafiluddin (mantan gembong & konseptor LDII) & Ust. Hartono Ahmad Jaiz bertutur tentang LDII. LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) merupakan wajah lama yang berganti nama, dari semula Islam Jamaah, Lemkari dan akhirnya menjadi LDII. Pola pergerakan mereka sistematis karena di dukung oleh sistem politik yang ada di Indonesia. Bahkan tidak sedikit PNS (Pegawai Negeri Sipil) di tingkat pemerintahan, BUMN, pengadilan maupun kepolisian; yang melibatkan diri dalam gerakan tersebut. Gerakan ini semula di prakarsai oleh Nur Hasan Ubaidah Lubis, yang memproklamirkan diri sebagai amir pertama dalam jamaah ini. Tokoh sentral ini mempunyai kekuasaan mutlak untuk mengontrol para anggotanya dan sekaligus mendapat baiat. Mereka menganggap muslim yang ada di luar LDII adalah kafir, dan hartanya dianggap halal untuk diambil. Semua aktivitas ibadah, seperti memahami Al-Qur’an harus mankul, yaitu taat sesuai pemahaman amir.