SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Agus Sumarno
TTL : Malang, 01 Agustus 1978
Alamat : Gampingan RT 015 RW 005 Sumbertangkil
Kec. Tirtoyudo Kab. Malang Jawa Timur
Agama : Islam
Status : Menikah dengan Wasiatun
Anak :
1. Maratus Shalihah (9 tahun)
2. Abdul Fath (7 tahun)
3. Nurfauzan (5 tahun)
4. Setiaji (3 tahun)
5. Ahmad Baihaki (1 tahun)


Menyatakan dengan sebenarnya bahwa :

  1. Masuk kedalam aliran LDII mulai tahun 1990 (sebelum menikah), sampai diusir oleh orang tua dan tinggal terpisah dari orang tua.
  2. Tanggal 06 April 1998 menikah dengan wanita LDII bernama Wasiatun dan dikaruniai lima orang anak.
  3. Memasuki tahun 2008 mulai berpikir tentang kebenaran dan kesesatan LDII.
  4. Pada akhir tahun 2008 memutuskan (tanpa paksaan dari siapapun) keluar dari LDII.
  5. Setelah keluar dari LDII sering didatangi oleh para pengurus LDII dan diajak untuk kembali lagi ke LDII.
  6. Saya menolak dengan tegas untuk kembali ke LDII karena saya merasakan bahwa ajaran LDII itu sesat – menyesatkan. Oleh karena itu, saya siap untuk bersaksi kapanpun diperlukan.
  7. Pada saat saya keluar dari LDII (2008), ajaran LDII masih menganut faham Manqul, dan mempunyai Amir/Imam yang harus ditaati. Amir/Imam LDII saat ini adalah Abdul Azis (putra Nurhasan Ubaidah Lubis, adik kandung Abdul Dlahir yang menjadi Amir/Imam sebelumnya), serta boleh bersumpah palsu terhadap orang-orang kafir diluar jamaah LDII, seperti yang pernah dilakukan oleh pengurus LDII di hadapan MUI pusat. Meskipun sudah bersumpah “Tidak ada lagi bai’at dan mengkafir-kafirkan orang lain” di depan MUI, tapi sumpah tersebut boleh dilanggar karena MUI bukan orang LDII (sesuai penjelasan dari Amir/Imam LDII kepada jamaahnya).
  8. Sampai sekarang, ajaran LDII masih tetap harus Manqul, taat Amir/Imam, dan masih mengklaim sebagai aliran yang paling benar. Sehingga orang atau aliran diluar mereka wajib masuk neraka. Serta masih berlaku sistem pembai’atan.
  9. Setelah saya keluar dari LDII (akhir 2008), saya masih tinggal di Mojokerto. Kemudian saya mengajak keluarga untuk pindah dan tinggal di Malang.
  10. Tanpa disangka dan tanpa sepengetahuan saya, ketika saya pulang ke rumah sehabis kerja, saya dapati rumah dalam keadaan kosong. Ternyata istri dan kelima anak saya dijemput oleh keluarganya yang masih menganut LDII. Dan setelah diselidiki, ternyata mereka dijemput oleh saudaranya, diantaranya:
    – Saliman
    – Sulian
    – Ngadi, dan yang lainnya.
    Mereka dibawa ke Mojokerto ke rumah orang tuanya sampai sekarang.
  11. Kemudian saya datangi isteri dan anak saya. Akan tetapi, isteri saya minta cerai apabila saya tidak mau kembali ke LDII dan bertobat kepada imamnya. Padahal, sebelumnya isteri saya tidak pernah bersikap demikian. Sampai hari ini, baru 1 (satu) orang anak saya yang bisa saya ambil (kembali) untuk sekolah di Malang. Dan yang lainnya sampai saat ini saya belum tahu keadaannya, apakah mereka sudah bersekolah lagi atau belum.Demikian Surat Pernyataan)* ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tidak ada paksaan dari siapapun juga.

    Jakarta, 19 Mei 2009
    Yang membuat pernyataan,

    (TTD dan MATERAI 6000)

    AGUS SUMARNO

    )* Pernyataan ini dibuat di kantor LPPI (Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam) Jakarta