Mojokerto (voa-islam.com) -Musala milik Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Dusun Kaweden, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (3/2) malam, dirusak dan dirobohkan warga. Alasannya agar tidak ada yang beribadah di musala itu.

Bangunan seluas 84 meter persegi itu dirusak hingga tinggal puingnya saja. Pascaperusakan, beberapa perangkat Desa Balongwono dan Camat Trowulan datang ke lokasi. Tapi mereka tidak berbuat apa-apa dan hanya melihat.

…Pengikut LDII dan warga bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan Trowulan sudah membuat kesepakatan. Isinya: warga LDII dilarang beribadah di musala itu dan harus beribadah di masjid desa…

Sejak musala berdiri, kata Sekretaris Desa Balongwono Abdullah Said, pengikut LDII dan warga bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan Trowulan sudah membuat kesepakatan. Isinya: warga LDII dilarang beribadah di musala itu dan harus beribadah di masjid desa.

Saat Pengrusakan Terjadi, Polisi Ada di Lokasi

Aksi warga yang merusak dan merobohkan bangunan mushola milik LDII di Dusun Kaweden, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Rabu (3/2/2010) dini hari diketahui oleh Kapolres Mojokerto, AKBP Onto Cahyono, dan beberapa petinggi polres.

“Saat itu Kapolres Mojokerto, camat dan pengurus KUA berada di masjid desa tersebut saat warga merobohkan mushola,” kata Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto, Yohan Abdillah.

“Saat itu Kapolres Mojokerto, camat dan pengurus KUA berada di masjid desa tersebut saat warga merobohkan mushola,” kata Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto, Yohan Abdillah.

Masjid di Dusun Kaweden, Desa Balongwono, berjarak sekitar 100 meter dari bangunan mushola yang dirobohkan warga. Kebenaran pernyataan Yohan belum bisa dikonfirmasi ke Kapolres Mojokerto.

Sementara Yohan Abdillah, datang bersama 3 pengurus LDII Kabupaten Mojokerto dan ditemui Sekdes Balongwono, Abdullah Said. “Tolong masalah ini jangan dibesar-besarkan, agar suasana kondusif tetap terjaga,” kata Said.

Kedatangan 4 pengurus DPD LDII Kabupaten Mojokerto ini, bertujuan mencari jalan terbaik agar tidak terjadi konflik berkepanjangan di masyarakat. “Hubungan kami dengan semua umat Islam dari Muhammadiyah dan NU juga sangat baik,” jelas Yohan.

Keluarga Pemilik Mushola LDII Berharap Tak Ada Permusuhan

Pasca aksi pengrusakan mushola milik LDII, di Dusun Kaweden, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, pihak keluarga pemilik tanah menjenguk kakaknya.

Kakak Muhammad Amin, Siti Alifah (40), yang tinggal di wilayah Kecamatan Sumobito, Jombang, datang menjenguk adiknya. Namun mereka gagal bertemu. Alifah lalu datang ke Balai Desa Balongwono yang berjarak sekitar 500 meter dari mushola.

“Kabarnya Musala digempur oleh warga, jadi saya ke sini. Itu bangunan aula yang difungsikan sebagai tempat ibadah dan mendidik anak kecil mengaji,” kata Alifah.

“Kabarnya Musala digempur oleh warga, jadi saya ke sini. Itu bangunan aula yang difungsikan sebagai tempat ibadah dan mendidik anak kecil mengaji,” kata Alifah.

Alifah berharap kasus itu tidak menjadi konflik berkepanjangan antara warga dengan keluarga adiknya dan jamaah LDII. “Kami harapkan ada solusi yang terbaik antara warga dengan adik,” kata Alifah.

Sementara hingga pagi ini suasana pasca pengrusakan terkesan sepi. Rumah-rumah warga yang berada di sepanjang gang masjid dusun juga banyak yang tertutup. Sementara rumah Muhammad Amin (37), pemilik tanah sekaligus tokoh warga LDII di dusun itu juga tertutup. (Ibnudzar/dbs).